user_mobilelogo

Tahun 1999, FSC® (FSC-C102305) telah mengembangkan sebuah konsep Hutan Bernilai Konservasi Tinggi untuk dipadukan ke dalam Prinsip dan Kriteria sertifikasi hutan (Jennings et al, 2003). Sebelum tahun 1999, telah dilakukan penerapan pendekatan pertumbuhan hutan jangka panjang, namun masih ditemui banyak kasus hilangnya fungsi ekologis hutan dan fungsi sosial maupun budaya yang terkandung dalam habitat hutan sekunder dan hutan terkelola.

Suka Jaya Makmur (SJM) yang merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam Alas Kusuma Group yang berupaya dan berkomitmen untuk mendapatkan sertifikat Forest Stewardship Council ®(FSC-C102305) dengan menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan hutan lestari (PHPL) sesuai Standar FSC® (FSC-C102305) yang berlaku. Salah satu prinsip yang mesti dipenuhi adalah kesesuaian unit manajemen terhadap ketentuan dalam toolkit HCVF, yang mencakup proses pelaksanaan identifikasi dan monitoringnya. Dokumen yang dihasilkan dalam proses tersebut, sangat berperan dalam mengantarkan SJM berhasil lulus dalam sertifikasi FSC® (FSC-C102305) pada Juni 2011.

KELESTARIAN BAHAN BAKU / HUTAN

 

SISTEM SILVIKULTUR :

 

  * T P T I

 

  * TPTI Intensif

 

  1. Suka Jaya Makmur sejak 2005 ditunjuk sebagai HPH Model/HPH Percontohan oleh Menhut, HPH Model di Indonesia ada 6 HPH

 

  1. TPTI

( Tebang Pilih Tanam Indonesia )

  1. TPTII / SILIN

( Tebang Pilih Tanam Indonesia Intensif )

 

No

TAHAPAN  KEGIATAN

TATA  WAKTU

 

 

 

TPTI

TPTII

1

Penataan Areal Kerja (PAK)

Et – 3

Et – 1

2

Invent Tegakan Sebelum Penebangan (ITSP) / Risalah

Et – 2

Et – 1

3

Pembukaan Wilayah Hutan (PWH)

Et – 1

Et – 1

4

Penebangan

Et

Et

5

Perapihan

Et + 1

-

6

Inventarisasi Tegakan Tinggal (ITT)

Et + 2

-

7

Pembebasan tahap pertama

Et + 2

-

8

Pangadaan bibit

Et + 2

Et – 1

9

Penyiapan jalur bersih untuk tanaman

 

Et

10

Penanaman /Pengayaan / Rehabilitasi

Et + 2

Et

11

Pemeliharaan tanaman pengayaan/Rehabilitasi

Et + 3,4,5

Et + 1,2,3

12

Pembebasan tahap ke-2 dan ke-3

Et + 4, 6

 

13

Penjarangan : tegakan tinggal / tanaman jalur

Et + 10,15, 20

Et + 10

14

Perlindungan tanaman

Kontinyu

Et+ 1 s/d panen

15

Perlindungan hutan

Kontinyu

Kontinyu

16

Penelitian

Kontinyu

Kontinyu

 

 

Luas Areal (mozaik citra Landsat 2007) : 171.340 Ha
1. Hutan : 33.567 Ha
2. LOA : 134.024 Ha
3. Non Hutan : 3.749 Ha 
       
Luas efektif produksi : 130.278 Ha
TPTI : 113.648 (daur 35 th)
TPTII / SILIN : 16.630 (daur 30 th)
Hidrologi : S. Pesaguan – S. Tayap Hulu – S. Biya
     
Letak Menurut Wilayah Pengelolaan
1. Dinas Kehutanan Provinsi : Kalimantan Barat
2. KPH : Ketapang dan Melawi
     
Letak Menurut Administrasi Pemerintah
1. Provinsi : Kalimantan Barat
2. Kabupaten : Ketapang dan Melawi
     
Etat Luas : 3.247 Ha
Etat SILIN : 554 Ha/Thn
Jatah Produksi tahunan : 162.691 M3/ tahun, menurut SK Menhut No. 106/Kpts-II/2000

 

No TAHUN RKT TARGET REALISASI
Luas (Ha) Volume (M3) Luas (Ha) Volume (M3)

1.

2000 (murni)

200 (Carry Over)

781

2.141

30.370

102.368

662

1.260

16.415,86

61.176,95

           

 2.

2001 (SJM I)

2001 (SJM II)

2.466

1.187

96.400

38.958

2.168

1.125

81.447,20

7.913,61

           

3.

2002

4.338

110.041

 4.038 106.317,38
           

4.

2003

4.056

82.996

1.526 31.221,97
           

5.

2004 (Murni)

2004 (Carry Over)

1.890

1.706

59.903

30.995

886

336

27.098,07

5.484,97

           

6.

2005 (Murni)

2005 (TPTII)

3.082

1.000

107.105

28.313

1.167

870

40.483,09

15.127,29

           

7.

2006 (Murni)

2006 (TPTII)

2.950

1.000

107.474

33.071

1.907

827

68.198,79

25.522,39

           

8.

2007 (Murni)

2007 (TPTII)

2007 (TPTII-CO)

2.953

1.000

173

127.923

37.825

7.548,65

1.304

947

159

56.489,63

36.471,54

6.011,48

           

9.

2008 (Murni)

2008 (TPTII)

3.337

543

92.909

24.333

2.607

496

71.673,59

22.042,80

           

10.

2009 (Murni)

2009 (TPTII)

1.962

587

64.924

26.405

1.751

405

58.274,14

19.274,82

           

11.

2010 (Murni)

2010 (TPTII)

2.170

475

60.859,52

20.583,19

1.490

310

42.364,92

13.420,52

           

12.

2011 (Murni)

2011 (TPTII)

3.849

500

99.152,66

16.153,64

2.758

462

82.976,51

14.819,51

           

13.

2012 (Murni)

2012 (CO Murni)

2012 (TPTII)

3.690

500

509

88.543,00

10.739,84

8.491,74

2.642

444

422

53.885,28

9.898,01

7.439,00

           

14.

2013 (Murni)

2013 (TPTII)

5.256

502

135.905

12.000

2.614

371

67.331,35

8.755,71

           

15.

2014 (Murni)

2014 (TPTII)

2014 (CO Murni)

2.430

520

1.122

7.376.47

4.159,25

18.737,96

1.052

396

715

14.334,59

8.803,17

22.895,80

           

16.

2015 (Murni)

2015 (TPTII)

4.463,08

472,10

119.907

8.891

3.344,06

377,22

89.835,23

7.175,38

           

17.

2016

3.996,35

115.130

1.550,63 44.151,75
           

18.

2017 (Murni)

2017 (Carry Over)

3.382,47

1.490,83

64.180

46.875

1.224,34

876,06

22.942,91

27.325,34

           

19.

2018 (Murni)

2018 (TPTJ)

2018 (Carry Over)

3.973,49

96,72

1.627,32

118.350

1.246,93

22.390

1.862,77

95,85

540,44

33.636,98

906,46

11.933,11

           

20.

2019 (Murni)

2019 (TPTJ)

2019 (Carry Over)

3.182,50

80,72

1.992,34

79.844

2.777,04

80.319

0,00

0,00

663,64

0,00

0,00

27.570,18

 Realisasi Tahun 2019 s/d bulan September 2019