Suka Jaya Makmur (SJM) yang merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam Alas Kusuma Group yang berupaya dan berkomitmen untuk mendapatkan sertifikat Forest Stewardship Council ®(FSC-C102305) dengan menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan hutan lestari (PHPL) sesuai Standar FSC® (FSC-C102305) yang berlaku. Salah satu prinsip yang mesti dipenuhi adalah kesesuaian unit manajemen terhadap ketentuan dalam toolkit HCVF, yang mencakup proses pelaksanaan identifikasi dan monitoringnya. Dokumen yang dihasilkan dalam proses tersebut, sangat berperan dalam mengantarkan SJM berhasil lulus dalam sertifikasi FSC® (FSC-C102305) pada Juni 2011.

Pada Mei 2008, SJM melakukan kerjasama dengan Flora dan Fauna Internasional (FFI) dan The Nature Conservancy (TNC) dalam pelaksanaan identifikasi dan monitoring HCVF di konsesi SJM, yang secara administratip pemerintahan berada di Kabupaten Ketapang dan Melawi, Provinsi Kalimantan Barat.

Waktu pelaksanaannya, mulai tanggal 24 Agustus sampai dengan 13 September 2008, dengan dukungan bantuan dari Program Responsible Asia Forestry and Trade (RAFT) dan SJM. Identifikasi HCVF tersebut dilaksanakan oleh tim ahli multi-disiplin yang berasal dari TNC, FFI dan SJM, yang mencakup  di wilayah-wilayah dataran rendah dan hutan perbukitan, untuk menilai keanekaragaman hayati, nilai-nilai jasa lingkungan, serta nilai sosial-ekonomi dan budaya dalam masyarakat yang berada di dalam dan di sekitar konsesi (lihat Lampiran 1).

Kajian NKT dan KBKT (Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi) merupakan langkah awal yang sangat penting dalam suatu proses panjang perbaikan pengelolaan, guna mempertahankan dan meningkatkan nilai intrinsik yang terdapat di kawasan hutan.

Tujuan kajian, adalah:

  • Mengevaluasi dan menentukan ada atau tidaknya Nilai-nilai Konservasi Tinggi (NKT) dalam wilayah penilaian (konsesi dan lanskap di sekitarnya), serta menggambarkan kondisi nilai-nilai tersebut dan ancaman yang dihadapi.

  • Membuat penentuan melalui delineasi spasial dari kawasan hutan yang mengandung Nilai-nilaiKonservasi Tinggi atau Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value Forests/HCVF), dengan demikian dapat menggambarkan distribusi, struktur, komposisi dan/atau status dari nilai-nilai tersebut.

Menyediakan rekomendasi untuk pengelolaan dan pemantauan NKT dan NKTF pada konsesi, yang didasarkan atas pengetahuan menyeluruh dari pengelolaan hutan saat ini.