default_mobilelogo

Latar Belakang

Keputusan Direktur Jenderal Pengusahaan Hutan No. 183 / Kpts / IV-BPHH / 1992, salah satu kelengkapan yang harus dipenuhi untuk mengajukan permohonan penilaian dan pengesahan URKTPH adalah bukti telah membuat dan melakukan pengukuran secara periodik Petak Ukur Permanen untuk mengetahui pertumbuhan dan riap dari tegakan yang dikelola. Disamping itu keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Nomor : 38/Kpts/VIII-HM.3/93 tentang Pedoman Pembuatan dan Pengukuran Petak Ukur Permanen untuk Pertumbuhan dan Riap Hutan Alam Tanah Kering Bekas Tebangan. Dengan adanya keputusan tersebut maka maksud dari pembuatan Petak Ukur Permanen adalah untuk mengumpulkan data / informasi tentang pertumbuhan tegakan dari hutan bekas tebangan yang dikelola / diusahakan.

PT. Suka Jaya Makmur telah membuat Petak Ukur Permanen (PUP) salah satunya di petak R.64, S.64 (D/H KKK22). PUP tersebut untuk memperoleh data / informasi yang sangat penting tentang pertumbuhan tegakan hutan alam untuk penyusun dan/atau penilaian rencana pengelolaan hutan.

Pengelolaan hutan berada pada keadaan kelestarian hasil, apabila besarnya hasil sama dengan pertumbuhannya dan berlangsung terus menerus. Secara umum dapat dikatakan bahwa jumlah maksimum yang dapat diperoleh dari hutan pada suatu waktu tertentu adalah jumlah kumulatif pertumbuhan sampai waktu itu, sedangkan jumlah maksimum hasil yang dapat dikeluarkan secara terus menerus setiap periode sama dengan pertumbuhan dalam periode waktu itu.

Dipandang dari periode waktu yang dipakai dasar dalam perhitungannya, pertumbuhan dan hasil dapat mengandung dua arti, yaitu tingkat (level) dan laju. Pertumbuhan dan hasil dalam arti, total menunjukkan jumlah sampai periode waktu tertentu, biasanya dinyatakan untuk setiap tahun. Laju pertumbuhan tegakan disebut sebagai riap tegakan (M3/Ha/Tahun), sedangkan banyaknya volume kayu maksimum yang dipanen per periode (tahun) disebut etat hasil. Pengelolaan akan berada pada tingkat kelestarian hasil apabila besarnya etat sama dengan besarnya riap tegakan.

        Didalam menganalisis riap tegakan PUP pada R.64, S.64 (D/H KKK22) dengan menggunakan riap tegakan berdasarkan riap diameter (Cm/Tahun) dan riap volume (M3/Ha/Tahun).

 

 

A. Riap Diameter (Cm/Tahun)

 

            Riap diameter tegakan dilakukan pada PUP Petak R.64, S.64 (D/H KKK.22) Plot Perlakuan dan Plot Non Perlakuan.Berdasarkan hasil pengukuran selama 5 kali (2007, 2009,2011,2014,2017) didapatkan hasil trend riap tegakan pada PUP Plot Perlakuan dan Non Perlakuan.

 

 

Berdasarkan hasil analisis rerata riap pertumbuhan diameter (Cm/Tahun) PUP R.64, S.64 (D/H KKK22)semua jenis pada Plot Perlakuan riap diameternya 0,96 Cm/Tahun dan pada Plot Non Perlakuan riap diameternya 0,86 Cm/Tahun, sedangkan secara total riap diameternya adalah 0,91 Cm/Tahun.

 

 

B. Riap Volume (M3/Ha/Tahun)

 

            Riap volume (M3/Ha/Tahun) dianalisis berdasarkan kelompok Jenis Komersil dan Jenis Non Komersil.Hasil analisis data pengukuran selama 5 kali didapatkan trend riap volume (M3/Ha/Tahun) padaPlot Perlakuan dan Non Perlakuan pada grafik 4 dan grafik 5 berikut ini.

 

Berdasarkan hasil analisis rerata riap pertambahan volume (M3/Ha/Tahun) PUP R.64, S.64 (D/H KKK22) semua jenis pada Plot Perlakuan rerata riap volumenya 2,20 Cm/Ha/Tahun dan pada Plot Non Perlakuan rerata riap volumeya 1,77 Cm/Ha/Tahun, sedangkan secara keseluruhan rerata riap volumenya adalah 1,98 Cm/Ha/Tahun.

 

Berdasarkan hasil analisis riap pertambahan volume (M3/Ha/Tahun)PUP R.64, S.64 (D/H KKK22) semua jenis perdagangan pada Plot Perlakuan riap volumenya 2,01M3/Ha/Tahun dan pada Plot Non Perlakuan riap volumeya 1,56M3/Ha/Tahun, sedangkan secara keseluruhan total riap volumenya adalah 1,79M3/Ha/Tahun.

 

Riap volume (M3/Ha/Tahun) baik berdasarkan kelompok jenis kayu maupun berdasarkan kelompok perdagangan lebih dipengaruhi pada pertumbuhan diameter dan jumlah pohon.