default_mobilelogo

A. 2 Hasil Pelaksanaan RPL

A. 2.1 Kawasan Lindung dan Kawasan konservasi lainnya.

Hasil pemantauan di lapangan baik secara visual juga dengan metode jalur/transek tidak dijumpai tanda-tanda penebangan liar, pencurian kayu, perambahan hutan, perladangan, pengrusakan tanda batas, dan papan peringatan serta tanda-tanda kegiatan yang dapat menyebabkan kebakaran hutan. Disamping itu juga berdasarkan hasil penafsiran peta lansat kondisi buffer zone dalam kondisi baik.

  1. 2.1.2 Areal Kantong satwa Liar / KPSL

Hasil pemantauan di lapangan baik secara visual maupun dengan jalur transek dijumpai jenis – jenis satwa yang dilindungi dan terdapat tumbuhan berkayu dengan covernya serta terdapat pohon pakan.

  1. 2.1.3 Areal Plasma Nutfah

Hasil pemantauan secara langsung/visual di lapangan dengan metode transek terdapat flora dan fauna yang dapat mewaikili areal. Berdasarkan hasil pemantaunan keterwakilan kondisi hutan primer berupa : keanekaragaman jenis, jumlah tegakan pada tingkat semai, pancang, tiang, dan pohon

  1. 2.1.4 Sempadan Sungai

Hasil Pengamatan : tidak dijumpai tanda-tanda penebangan liar, pencurian kayu, perambahan hutan, perladangan, perburuan satwa liar, pengrusakan tanda batas, dan papan peringatan serta tanda-tanda kegiatan yang dapat menyebabkan kebakaran hutan. Tidak terganggunya vegetasi penutup di kiri kanan sungai.

A 2.1.5 Areal Kelerengan > 40 %

Hasil pemantauan di lapangan tidak ada kegiatan penebangan di kelerengan 40%

A.2.2 Areal Efektif Untuk Produksi

A. 2.2.1 Komponen Fisik-kimia, Sub Komponen Tanah ( erosi tanah)

  1. Hasil pemantauan erosi dengan metode stik ukur erosi :

Rekapitulasi besarnya erosi ( ton/ha/tahun ) di eks Tebanngan 2011 TPTI ( Et+2 ) dan Eks Tebangan 2012 TPTI ( Et+1 ) :

No

Lokasi Plot

Slope

RKT 2012

Kategori

RKT 2011

Kategori

( % )

( Et+1 )

TBE

( Et+2 )

TBE

 

ton/ha/thn

 

ton/ha/thn

 

1

Jalan Sarad

0% - 15 %

73.66

Sedang

54.61

ringan

   

16 % - 24 %

83.82

Sedang

77.47

sedang

   

>25%

111.76

Sedang

81.28

sedang

Rerata 1

84.47

Sedang

68.06

sedang

2

Eks teb/Veg-

0% - 15 %

13.97

ringan

17.78

ringan

 

tasi Alam

16 % - 25 %

27.94

ringan

16.51

ringan

   

>25%

33.02

ringan

26.67

ringan

Rerata 2

22.31

ringan

19.36

ringan

3

Eks TPN

0% - 15 %

71.12

Sedang

58.42

ringan

4

jln logging

> 25 %

82.55

Sedang

62.23

sedang

Rerata Total

65.11

Sedang

52.02

ringan

A.2.2.2. Komponen Fisik-Kimia, sub Komponen Hidrologi

Hasil Pemantauan :

Pengukuran debit ( Q ) dan sedimentasi ( Qs ) di sungai kayong dan sungai kemekar :

Lokasi

Q

TSS

Qs

(M3/Det)

( Mg/l )

( Ton/Thn )

S Kayong

15.06

29

57.54

S Kemekar

6.29

5

8.62

       Kualitas air (sifat fisik dan kimia air )

Hasil pemantauan kualitas air ( sifat fisik dan kimia ) sungai kayong dan sungai kemekar menurut peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 tanggal 14 Desember 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Air, dengan Klasifikasi Mutu Air Kelas III sebagian besar masih dibawah ambang yang diperbolehkan.

A.2.2.3 Komponen Fisik – Kimia, sub komponen Klimatologi

  1. Hasil Pengamatan :

-          Curah hujan dan Jumlah hari hujan serta erosivitas hujan

Tabel Curah hujan dan jumlah hujan pertahun di stasiun mini camp arbo dan camp 62

Lokasi

Curah Hujan

å Hujan

E30

( mm/thn )

Hari

Camp Arbo

4490

150

6.88

Camp 62

1976

162

1.90

Rerata

3233

156

4.39

                       

-       Suhu dan Kelembaban

TabelSuhu udara dan kelembaban udara stasiun mini C. arbo dan KM 62

Lokasi

SUHU UDARA

KELEMBABAN UDARA

PAGI

SIANG

SORE

PAGI

SIANG

SORE

(°C)

(°C)

(°C)

(%)

(%)

(%)

Camp Arbo

27.51

31.27

31.86

94.51

80.03

77.71

Camp 62

24.78

30.23

29.63

84.4

79.07

78.93

-          Klasifikasi iklim

Tabel Klasifikasi iklim pada stasiun Mini Arboretum dan camp 62

Lokasi

BB

BL

BB

Q

Tipe Iklim

Camp Arbo

11

0

1

0.09

A

Camp 62

8

2

2

0.25

B

A.2.2.4 Komponen Biologi, sub komponen Vegetasi Alam

       Struktur vegetasi dan potensinya

Tabel 8. Struktur vegetasi tingkat semai sampai pohon dan potensi tegakan di eks tebangan 2011          

Struktur Vegetasi ( N/Ha )

Potensi Pohon

semai

Pancang

Tiang

Pohon

( M3/Ha )

2190

838.4

162

33.2

50,45

       Dominasi jenis

FBerdasarkan hasil analisis vegetasi pada tingkat pohon terdapat 25 jenis jenis yang mendominasi ( sangat berperan ) di atas ada 7 jenis ( INP > 15 ) yaitu meranti merah, ubar, sampe, meranti kuning, meranti putih, mayau, nyatoh. Sedangkan jenis yang cukup berperan ( INP 7,5 – 15 ) ada 7 jenis, jenis yang kurang berperan ( INP 1 – 7,49 ) ada 10 jenis, jenis yang tidak berpera ( INP < 1 ) ada 1 jenis.

  1. Berdasarkan hasil analisis vegetasi pada tingkat tiang terdapat 26 jenis jenis yang mendominasi ( sangat berperan ) di atas ada 5 jenis ( INP > 15 ) yaitu meranti merah, ubar, kupang, meranti kuning, mayau. Sedangkan jenis yang cukup berperan ( INP 7,5 – 15 ) ada 5 jenis, jenis yang kurang berperan ( INP 1 – 7,49 ) ada 5 jenis, jenis yang tidak berperan ( INP < 1 ) ada 6 jenis.

FBerdasarkan hasil analisis vegetasi pada tingkat pancang terdapat 27 jenis , jenis yang mendominasi ( sangat berperan ) di atas ada 5 jenis ( INP > 15 ) yaitu meranti merah, banitan, kumpang, kapul, mayau. Sedangkan jenis yang cukup berperan ( INP 7,5 – 15 ) ada 2 jenis, jenis yang kurang berperan ( INP 1 – 7,49 ) ada 14 jenis, jenis yang tidak berperan ( INP < 1 ) ada 6 jenis.

FBerdasarkan hasil analisis vegetasi pada tingkat semai terdapat 24 jenis, jenis tersebut mendominasi ( sangat berperan ) di atas ada 5 jenis ( INP > 15 ) yaitu ulin dan nyatoh. Sedangkan jenis yang cukup berperan ( INP 7,5 – 15 ) ada 5 jenis, jenis yang kurang berperan ( INP 1 – 7,49 ) ada 14 jenis, jenis yang tidak berperan ( INP < 1 ) tidak ada jenis.

       Jenis – jenis yang dilindungi : Ulin, Rambutan hutan.

       Keanekaragaman jenis :

                        Tabel Hasil analisis keanekaragaman jenis di eks tebangan 2013

H'

Semai

Pancang

Tiang

Pohon

4.04

3.35

3.37

4.11

A.2.2.5 Komponen biologi, sub Satwa Liar.

Tabel Hasil analisa keanekragaman satwa liar

No

Kelas

H'

Kriteria

1

Aves

3,57

Tinggi

2

Mamalia

2.92

Tinggi

3

Ordo Primata

1.57

Sedang

  • Hasil pemantauan secara tidak langsung antara lain

-            Suara/Bunyi antara lain burung enggang, klempiau, kelasi.

-            Sarang antara lain burung, sarang Orang utan , sarang landak

-            Tapak/jejak antara lain kijang, babi, rusa

-            Bulu antara lain enggang, Bulu ayam hutan

  • Hasil pemantauan jenis satwa yang masuk status perlindungan :

Tabel 11. Hasil pemantauan jenis satwa yang masuk status perlindungan

No

nama jenis

nama ilmiah

Status perlindungan

IUCN

CITES

RI

EN

LC

VU

EN

DD

NT

I

II

1

Orang utan

Pongo Pygmeus

   

1

     

1

1

 

2

monyet ekor panjang

Macaca fascicularis

1

         

1

   

3

monyet beruk/kelasi

Macaca nemestrina

 

1

       

1

   

4

owa ungko

Hylobates albibarbis

   

1

   

1

 

1

1

5

musang luwak

Paradoxurus hermaphrodites

1

               

6

kucing kuwuk

Prionailurus bengalensis

1

         

1

1

 

7

Pelanduk/ kancil

Tragulus javanicus

     

1

     

1

 

8

kijang muncak

Muntiacus muntjac

             

1

 

9

rusa sambar

Rusa unicolor

 

1

         

1

 

Total

3

2

2

1

0

1

4

6

1

  • Jenis – jenis sumber pakan Satwa yang teridentifikasi

Tabel 12. Jenis – jenis sumber pakan satwa liar di kawasan lindung ( KPSL ) dan Eks tebangan

NO

Jenis

KPSL

Eks Teb

F

F

1

Bengkirai

0.120

.

2

Bintangur

0.127

.

3

Durian

0.010

.

4

Jelutung

0.002

.

5

Kayu asam

0.011

0.000

6

Kapul

.

0.000

7

Kedondong

0.020

.

8

Kelampai

0.014

0.016

9

Kembayau

0.201

0.012

10

Kempas

0.011

0.004

11

Kempening

0.102

.

12

Keranji

0.004

.

13

Lansat

.

0.016

14

Mentawa

0.100

.

15

Nyatoh

0.011

0.032

16

Petai

.

0.004

17

Pulai

0.021

.

18

Rambutan

0.134

0.020

19

Rengas

0.005

.

20

Sindur

0.013

.

21

Tengkawang

0.010

.

22

simpur

.

0.012

Total

0.915

0.117