default_mobilelogo

A.     LATAR BELAKANG

Keberadaan hutan tropis Indonesia merupakan anugerah sekaligus menambah tanggung jawab kita terhadap kelestariannya. Kekuatiran akan kerusakan hutan tropis pada saat ini semakin meningkat dengan tingginya pengetahuan masyarakat akan kelestarian hutan pada khususnya dan alam pada umumnya, selain itu semakin banyak negara yang memberi perhatian akan kelangsugan hidup hutan tropika.

Dalam penentuan kawasan konservasi terdapat sejumlah pertanyaan yang saling terkait yang perlu dijawab oleh perencana konservasi, yakni apa yang perlu dilindungi, dimana perlu dilindungi dan bagaimana perlu dilindungi. Selanjutnya ada tiga kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan prioritas konservasi bagi perlindungan spesies dan komunitas, yaitu kekhasan, keterancaman dan kegunaan. Salah satu kawasan konservasi yang bisa dibangun IUPHHK adalah Kawasan Pelestarian Plasma Nutfah (KPPN).

Plasma nutfah adalah sumberdaya genetik yang dimiliki oleh suatu kawasan, baik flora maupun fauna. Keberadaan plasma nutfah sangat penting bagi kehidupan manusia dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan, utamanya sebagai sumberdaya genetik baik untuk industri, pertanian maupun farmasi. Dalam upaya peningkatan plasma nutfah di hutan alam produksi, maka dicanangkan areal hutan seluas 300 Ha sebagai Kawasan Pelestarian Plasma Nutfah (KPPN). KPPN merupakan wilayah yang mutlak dilindungi keberadaannya(Totally Protected Area) dalam kawasan hutan produksi. Usaha ini merupakan kesadaran pengusahaan hutan dalam rangka pelestarian plasma nutfah.

Kawasan Pelestarian Plasma Nutfah (KPPN) berlokasi di areal Blok RKT 1990/1991 yaitu petak GG.49 (50 Ha), GG.50 (100 Ha), GG.51 (100 Ha), GG.52 (50 Ha) seluas 300 Ha. Nama petak dahulu adalah (WW, XX, YY) 35, 36 dengan lokasi dan luas yang sama, hanya perubahan nama petak sesuai RKU tahun 2015.

Inventarisasi dilakukan setiap 5 tahun sekali. Inventarisasi ke-1 tahun 1996/1997, ke-2 tahun 2001/2002, ke-3tahun 2006/2007, ke-4 tahun 2011/2012 dan ke-5 tahun 2016/2017. Pada inventarisasi ke-5 dilaksanakan pada pertengahan bulan September s/d Oktober 2017.

Komposisi dan Jumlah Jenis

Berdasarkan hasil inventarisasi vegetasi tahun 2017 Kawasan Pelestarian Plasma Nutfah (KPPN) Km 124 PT. Suka Jaya Makmur,diketahui komposisi dan jumlah jenis vegetasi tingkat pohon ada 52 jenis, tingkat tiang 33 jenis, tingkat pancang 15 jenis, tingkat semai 10 jenis dan semua tingkatan ada 55 jenis. Sedangkan potensi atau kerapatan vegetasi pada tingkat pohon 88 btg/Ha, tiang 166,40 btg/Ha, pancang 1.233,60 btg/Ha dan semai 1.650 btg/Ha.

Dibandingan jumlah jenis pada inventarisasi ke-4 tahun 2011/2012, jumlah jenis hasil inventarisasitahun 2017ini mengalami penurunan dari tingkat pohon sampai dengan tingkat semai, hal ini disebabkan KPPN tidak terjadi kerusakan atau gangguan dari luar sehingga tidak ada pembukaan tajuk pohon yang menyebabkan jenis–jenis yang ada pada tingkat semai ke pohon hanya jenis–jenis toleran yang mampu hidup dibawah tingkat pohon sedangkan jenis–jenis yang intoleran kalah bersaing karena hanya bisa tumbuh jika terjadi pembukaan tajuk pohon.

Tabel 1 Daftar Semua Jenis Vegetasi yang Berperanan Pada Setiap Tingkatan

Vegetasi di KPPN Km 124 PT. Suka Jaya Makmur.

No

Nama

Nama Ilmiah

Pohon

Tiang

Pancang

Semai

1

Agathis

Agathis alba

++

-

-

-

2

Ayau-ayau

Tristaniopsis withiana

++

+

-

-

3

Bangkirai

Shorea laevifolia

+++

++

+

+++

4

Banitan/Mahabai

Polyalthia hypoleuca

-

++

++

-

5

Belanti

Cococeras sumatrana

+

++++

++

-

6

Berobakan

Gironniera nervosa

++

++

+

-

7

Bintangor

Calophyllum inophyllum

++

++

-

-

8

Cempening

Lithocarpus pulcher

+++

++

-

-

9

Durian

Durio zibethinus

+

++

-

++

10

Durian burung

Durio cf.acutifolius

+

-

-

-

11

Geronggang

Cratoxylon sumatranum

++

-

-

-

12

Jabon

Anthocephalus sinensis

+

-

-

-

13

Jelutung

Dyera costuata

+

-

-

-

14

Kapul

Baccaurea macrocarpa

-

+

-

-

15

Kapur

Dryobalanops aromatica

++++

+++

-

-

16

Kayu batu

Piper aduncum

++

-

-

-

17

Kelampai

Elaterospermum tapos

+

+

++

-

18

Kempas

Kompassia exselsa

++

-

-

-

19

Keruing

Dipterocarpus crinitus

++++

+

-

-

20

Ketatai

 

+

-

-

-

21

Ketikal

Ochanostachys amentacea

++

+

-

-

22

Kulim

Scorodocarpus borneensis

++

-

+

-

23

Kumpang

Myristica sp.

++

++++

++++

++

24

Kumpang arang

Diospyros borneensis

-

+

-

-

25

Lengkuham

Sterculia sp

+

-

-

-

26

Mayau

Shorea palembanica

+++

-

-

-

27

Medang

Litsea firma

++++

++++

++++

++++

28

Melapi

Hopea sangal

++

-

-

-

29

Menjalin

Xanthophyllum excelsum

+

+

-

-

30

Mentawa

Artocarpus elasticus

+

++

-

-

31

Meranti batu

Shorea fallax

++

-

-

-

32

Meranti kuning

Shorea accuminatissima

++++

++

++

+++

33

Meranti merah

Shorea leprosula

++++

++++

+++

++++

34

Meranti putih

Shorea resinosa

++

-

-

-

35

Mersawa

Anisoptera costata

++

-

-

-

36

Nyatoh

Palaquium inophyllum

++

+

-

-

37

Pangkilan semut

Baccaurea sp

+

-

-

-

38

Pekebungan

Macaranga gigantea

+

-

-

-

39

Pisang-pisang

Mezzetia parvifolia

++

++++

++++

++

40

Pudu

Artocarpus comando

++

-

-

-

41

Pulai

Alstonia scholaris

+

-

-

-

42

Punuk

Tetramerista glabra

++

++

-

-

43

Rambutan

Nephellium lappaceum

+

++

-

-

44

Rengas

Gluta renghas

+

+++

+++

++++

45

Reriga

Dillenia sp.

++

+

-

-

46

Resak

Vatica rassak

+

-

-

-

47

Rupis

Baccaurea sp

++

++

-

-

48

Sampe

Costanopsis sp

++

++++

+++

++

49

Sawang

Dipterocarpus sp

++++

++

-

-

50

Sindur

Sindora wallichii

++

++

-

-

51

Sintuk

Cinnamomum cuspidatum

+

-

-

-

52

Tengkawang

Shorea seminis

+++

+++

+

-

53

Terentang

Endospermum diadenum

+

+

-

-

54

Ubar

Eugenia sp

++++

+++

++

++++

55

Ulin

Eusideoxylon zwageri

++

-

-

-

            Sumber: Hasil Inventarisasi dan Analisis Data, 2017.

Keterangan:

++++               : Ada (Present) dan Sangat Berperan

+++                  : Ada (Present) dan Cukup Berperan

++                    : Ada (Present) dan Kurang Berperan

+                      : Ada (Present) tapi Langka dan Tidak Berperan

-                       : Tidak Ada (Absent)

Tabel 2. Jenis–jenis Vegetasi KPPNKm 124 yang Dilindungi Peraturan Perundang undangan Indonesia dan Peraturan Internasional.

NO

FAMILIA

NAMA BOTANI

NAMA LOKAL

IUCN

EN

DE

MIK

PP / CI

TES

CR

EN

VU

1

Dipterocarpaceae

Anisoptera costata

Mersawa

 

1

     

2

Bombacaceae

Durio cf.acutifolius

Durian burung

   

1

1

 

3

Dipterocarpaceae

Dryobalanops aromatica

Kapur

1

       

4

Olacaceae

Scorodocarpus borneensis

Kulim

       

1

5

Dipterocarpaceae

Dipterocarpus crinitus

Keruing

1

       

6

Lauraceae

Cinnamomum cuspidatum

Sintuk

     

1

 

7

Dipterocarpaceae

Shorea resinosa

Meranti putih

1

       

8

Dipterocarpaceae

Shorea johorensis

Mayau (MM)

1

       

9

Dipterocarpaceae

Shorea leprosula Miq.

Meranti merah

 

1

     

10

Dipterocarpaceae

Shorea accuminatissima

Meranti kuning

1

       

11

Dipterocarpaceae

Shorea lamellata

Melapi (MP)

1

       

12

Dipterocarpaceae

Dipterocarpus kunstleri

Sawang

1

       

13

Dipterocarpaceae

Vatica obovata

Resak

1

       

14

Euphorbiaceae

Baccaurea cf.stipulata

Rupis

     

1

 

15

Dipterocarpaceae

Shorea seminis

Tengkawang

1

       

16

Lauraceae

Eusideroxylon zwagerii

Ulin / Belian

   

1

   

Jumlah

9

2

2

3

1

Sumber: Hasil Inventarisasi dan Analisis Data, 2017

Tabel 3. Jenis-jenis Tumbuhan Buah Sumber Pakan Bagi Satwa Liar dan Nilai INP-nya di KPPNKm 124.

No

Nama Jenis

Nama Botani

 
 

1

Durian

Durio zibethinus

 

2

Durian burung

Durio cf.acutifolius

 

3

Kapul

Baccaurea macrocarpa

 

4

Kelampai

Elaterospermum tapos

 

5

Kulim

Scorodocarpus borneensis

 

6

Kumpang arang

Diospyros borneensis

 

7

Mentawa

Artocarpus anisophyllus

 

8

Rambutan

Nephelium laplaceum

 

9

Rupis

Baccaurea cf.stipulata

 

10

Tengkawang

Shorea seminis

 

11

Ulin / Belian

Eusideroxylon zwagerii

 
 
B. SATWA LIAR

            1. Jumlah Jenis

Berdasarkan hasil inventarisasi, identifikasi dan analisis data satwa liar di KPPNdiketahui terdapat 76 jenis satwa, terdiri dari 4 kelas yang berbeda yaitu kelas burung 40 jenis, kelas mamalia 21 jenis, kelas primata 6 jenis dan kelas reptilia 9 jenis. Jumlah kese-luruhan satwa dengan perjumpaan langsung di lapangan adalah 520 ekor terdiri dari kelas burung 300 ekor, kelas mamalia 73 ekor, kelas primata 129 ekor dan kelas reptilia 18 ekor.

Jenis satwa yang dominan berdasarkan jumlah perjumpaan pada kelas burung antara lain rangkok atau rangkong badak (Buceros rhinoceros), kekalau atau enggang klihingan (Anorrhinus galeritus), punai besar (Treron capellei), murai batu (Copsychus stricklandii), enggang gading (Buceros vigil) dan ruai atau kuau raja (Argusianus argus).

Jenis dominan pada kelas mamalia antara lain tupai tanah (Tupaia gracilis), kijang (Muntiacus muntjak), babi hutan (Sus barbatus), musang air (Cynogale bennettii), tupai belang empat (Lariscus hosei), rusa (Cervus unicolor) dan kancil (Tragulus javanicus).

Jenis yang dominan pada kelas primata antara lain kelasi atau monyet merah (Presbytis rubicunda), uwak-uwak atau klampiau (Hylobates muelleri), beruk (Macaca nemestrina), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), lutung dahi putih (Presbytis frontata) dan orangutan (Pongo pygmaeus).

Jenis yang dominan pada kelas reptilia antara lain ular sawa puang atau sanca batik (Python reticulatus), tokek hutan (Gekko smithii) biawak air (Varanus salvator), biawak kalimantan (Varanus borneensis), ular hijau (daun) (Dryophis prasinus), kadal pohon hijau (Dasia olivacea) dan kura-kura gunung atau baning (Manouria emys).

           2. Status Perlindungan Satwa Liar

Dari hasil inventarisasi satwa ada beberapa jenis satwa yang dilindungi baik oleh peraturan nasional (PP Nomor 7 Tahun 1999) maupun oleh peraturan internasional (CITES dan IUCN).

Pada lokasi KPPN diketahui jumlah satwa keseluruhan yang dilindungi berdasarkan jenis adalah sebanyak 53 jenis yaitu pada kelas burung 21jenis, kelas mamalia 20 jenis, kelas primata 6 jenis dan kelas reptilia 6 jenis. Sedangkan berdasarkan peraturan nasional dan international, terdapat 47 jenis yang dilindungi IUCN, 27 jenisyang dilindungi CITES, 4 jenis endemik Kalimantan dan 45 jenis yang dilindungiPP Nomor 7 Tahun 1999 dan Peraturan Perlindungan Binatang Liar (PPBL) Tahun 1931.

Pada kelas burung ditemukan 21 jenis yang dilindungi terdiri dari 20 jenis dilindungi IUCN, 10 jenis dilindungi CITES, 1 jenis endemik dan 19 jenis dilindungi PP No.7/1999. Pada kelas mamalia ditemukan 20 jenis yang dilindungi terdiri dari 19 jenis dilindungi IUCN, 7 jenis dilindungi CITES, 1 jenis endemik dan 20 jenis dilindungi PP No.7/1999. Pada kelas primata ditemukan 6 jenis yang dilindungi terdiri dari 6 jenis dilindungi IUCN, 6 jenis dilindungi CITES, 2 jenis endemic dan 4 jenis dilindungi PP No.7/1999. Pada kelas Reptilia ditemukan 6 jenis yang dilindungi terdiri dari 2 jenis dilindungi IUCN, 4 jenis dilindungi CITES, tidak ada jenis endemic dan 2 jenis dilindungi PP No.7/1999.

Satwa jenis endemic Kalimantan yang ditemukan di KPPN ada 4 jenis yaitu burung murai batu berkepala putih (Copsychus stricklandii), tupai tanah (Tupaia gracilis), kelasi atau monyet merah (Presbytis rubicunda) dan orangutan (Pongo pygmaeus).

Tabel 4. Status Perlindungan Satwa di KPPN Berdasarkan Kelas Satwa dan Peraturan / Perundangan-undangan Nasional dan International.

NO

KELAS

JUMLAH JENIS

STATUS PERLINDUNGAN

YANG DILINDUNGI

IUCN

CITES

ENDEMIK

PP NO.7/1999

1

Burung

21 JENIS

20

10

1

19

2

Mamalia

20 JENIS

19

7

1

20

3

Primata

6 JENIS

6

6

2

4

4

Reptilia

6 JENIS

2

4

0

2

JUMLAH TOTAL

53 JENIS

47

27

4

45

Status Perlindungan Satwa di KPPN Berdasarkan Jenis Satwa dan Peraturan Perundang-undangan Nasional (PP No. 7 / 1999) dan International (IUCN dan CITES) serta Endemik Borneo.

NO

   

STATUS

JENIS SATWA

JENIS SATWA

PERLINDUNGAN

(NAMA LOKAL)

(NAMA LATIN)

IUCN

CITES

ENDEMIK

PP NO. 7/

   

1999

A

BURUNG

         

1

Beo (tiong mas)

Gracula religiosa

LR

II

-

2

Elang brontok

Spizaetus cirrhatus

LR

II

-

3

Elang gunung

Spizaetus alboniger

LR

II

-

4

Elang ular

Spilornis cheela

LR

II

-

5

Enggang gading

Buceros vigil

NT

I

-

6

Kangkareng kulit putih (ruik)

Anthraceceros albirostris

LR

II

-

7

Kekalau (enggang klihingan)

Anorrhinus galeritus

LR

II

-

8

Kipasan belang

Rhipidura javanica

LR

-

-

9

Madu leher merah

Anthreptes rhodolaema

LR

-

-

10

Madu rimba

Hypogramma hypogrammicum

LR

-

-

11

Madu sriganti

Nectarinia jugularis

LR

-

-

12

Murai batu (kepala putih)

Copsychus stricklandii

-

-

E

-

13

Pekaka emas

Pelargopsis capensis

LR

-

-

14

Punai (besar)

Treron capellei

VU

-

-

-

15

Raja udang meninting

Alcedo meninting

LR

-

-

16

Raja udang punggung merah

Ceyx rufidorsa

LR

-

-

17

Rangkok (rangkong badak)

Buceros rhinoceros

NT

II

-

18

Ruai (kuau raja)

Argusianus argus

NT

II

-

19

Ruik (kangkareng hitam)

Anthracoceros malayanus

NT

II

-

20

Sempidan (kalimantan)

Lophura bulweri

VU

-

-

21

Sengayan

Rollulus rouloul

LR

-

-

 

JUMLAH BURUNG

21 JENIS

20

10

1

19

B

MAMALIA

         

1

Beruang madu

Helarctos malayanus

VU

I

-

2

Binturung (benturon)

Arctictis binturong

VU

-

-

3

Kancil

Tragulus javanicus

LR

-

-

4

Kijang

Muntiacus muntjak

LR

-

-

5

Kijang kuning

Muntiacus atherodes

LR

-

-

6

Kubung

Cynocephalus variegatus

LR

-

-

7

Kucing batu

Pardofelis marmorata

VU

I

-

8

Kukang

Nycticebus coucang

VU

I

-

9

Landak

Hystrix brachyura

VU

-

-

10

Musang air

Cynogale bennettii

EN

II

-

11

Musang congkok

Prionodon linsang

LR

II

-

12

Pelanduk napuh

Tragulus napu

LR

-

-

13

Rusa sambar

Cervus unicolor

VU

-

-

14

Rusa timor

Cervus timorensis

VU

-

-

15

Sensudu (Sigung)

Mydaus javanensis

LR

-

-

16

Singapuar

Tarsius bancanus

VU

II

-

17

Trenggiling

Manis javanica

EN

II

-

18

Tupai belang empat

Lariscus hosei

LR

-

-

19

Tupai belang tiga

Lariscus insignis

LR

-

-

20

Tupai tanah

Tupaia gracilis

-

-

E

 

JUMLAH MAMALIA

20 JENIS

19

7

1

20

C

PRIMATA

         

1

Beruk

Macaca nemestrina

VU

II

-

-

2

Kelasi (monyet merah)

Presbytis rubicunda

LR

II

E

3

Lutung dahi putih

Presbytis frontata

VU

II

-

4

Monyet ekor panjang (kera)

Macaca fascicularis

LR

II

-

-

5

Orangutan

Pongo pygmaeus

EN

I

E

6

Uwak-uwak (klampiau)

Hylobates muelleri

EN

I

-

 

JUMLAH PRIMATA

6 JENIS

6

6

2

4

D

REPTILIA

         

1

Biawak air (asia)

Varanus salvator

-

II

-

2

Biawak kalimantan

Varanus borneensis

-

-

-

3

Kadal pohon hijau

Dasia olivacea

LR

-

-

-

4

Kura-kura gunung (baning)

Manouria emys

EN

II

-

-

5

Ular sawa puang (sanca batik)

Python reticulatus

-

II

-

-

6

Ular sawa (sanca darah)

Python breitensteini

-

II

-

-

 

JUMLAH REPTILIA

6 JENIS

2

4

0

2

JUMLAH TOTAL

53 JENIS

47

27

4

45

NO

   

STATUS

JENIS SATWA

JENIS SATWA

PERLINDUNGAN

(NAMA LOKAL)

(NAMA LATIN)

IUCN

CITES

ENDEMIK

PP NO. 7/

   

1999

A

BURUNG

         

1

Beo (tiong mas)

Gracula religiosa

LR

II

-

2

Elang brontok

Spizaetus cirrhatus

LR

II

-

3

Elang gunung

Spizaetus alboniger

LR

II

-

4

Elang ular

Spilornis cheela

LR

II

-

5

Enggang gading

Buceros vigil

NT

I

-

6

Kangkareng kulit putih (ruik)

Anthraceceros albirostris

LR

II

-

7

Kekalau (enggang klihingan)

Anorrhinus galeritus

LR

II

-

8

Kipasan belang

Rhipidura javanica

LR

-

-

9

Madu leher merah

Anthreptes rhodolaema

LR

-

-

10

Madu rimba

Hypogramma hypogrammicum

LR

-

-

11

Madu sriganti

Nectarinia jugularis

LR

-

-

12

Murai batu (kepala putih)

Copsychus stricklandii

-

-

E

-

13

Pekaka emas

Pelargopsis capensis

LR

-

-

14

Punai (besar)

Treron capellei

VU

-

-

-

15

Raja udang meninting

Alcedo meninting

LR

-

-

16

Raja udang punggung merah

Ceyx rufidorsa

LR

-

-

17

Rangkok (rangkong badak)

Buceros rhinoceros

NT

II

-

18

Ruai (kuau raja)

Argusianus argus

NT

II

-

19

Ruik (kangkareng hitam)

Anthracoceros malayanus

NT

II

-

20

Sempidan (kalimantan)

Lophura bulweri

VU

-

-

21

Sengayan

Rollulus rouloul

LR

-

-

 

JUMLAH BURUNG

21 JENIS

20

10

1

19

B

MAMALIA

         

1

Beruang madu

Helarctos malayanus

VU

I

-

2

Binturung (benturon)

Arctictis binturong

VU

-

-

3

Kancil

Tragulus javanicus

LR

-

-

4

Kijang

Muntiacus muntjak

LR

-

-

5

Kijang kuning

Muntiacus atherodes

LR

-

-

6

Kubung

Cynocephalus variegatus

LR

-

-

7

Kucing batu

Pardofelis marmorata

VU

I

-

8

Kukang

Nycticebus coucang

VU

I

-

9

Landak

Hystrix brachyura

VU

-

-

10

Musang air

Cynogale bennettii

EN

II

-

11

Musang congkok

Prionodon linsang

LR

II

-

12

Pelanduk napuh

Tragulus napu

LR

-

-

13

Rusa sambar

Cervus unicolor

VU

-

-

14

Rusa timor

Cervus timorensis

VU

-

-

15

Sensudu (Sigung)

Mydaus javanensis

LR

-

-

16

Singapuar

Tarsius bancanus

VU

II

-

17

Trenggiling

Manis javanica

EN

II

-

18

Tupai belang empat

Lariscus hosei

LR

-

-

19

Tupai belang tiga

Lariscus insignis

LR

-

-

20

Tupai tanah

Tupaia gracilis

-

-

E

 

JUMLAH MAMALIA

20 JENIS

19

7

1

20

.