default_mobilelogo

A.1 Hasil Pelaksanaan RKL

A.1.1 Kawasan Lindung dan Kawasan Konservasi lainnya

      Kegiatan Pengelolaan kawasan lindung dan kawasan konservasi lainnya dilakukan melalui 3 ( tiga ) pendekatan yaitu teknologi, sosial ekonomi, dan institusi.

A.1.1.1 Buffer Zone hutan lindung

Tujuan spesifik pengelolaan lingkungan buffer zine adalah zona penyangga keamanan Hutan lindung. Hasil pelaksanaan pengelolaan buffer zone sebagai berikut :

-          Pemasangan papan nama 2 buah di KM 80 dan KM 89 di Hutan Kerai Kundang

-          Pemeliharaan Buffer Zone dengan menentuan tanda batas tetap dilapangan, jarak buffer zone dengan hutan lindung 500 meter.

-          Penyuluhan/sosialisasi berupa pemasangan plang nama di tempat stategis Melaksanakan kegiatan patroli keamanan untuk perlindungan kawasan linsdung oleh satpampamhut dan pengaman wilayah ( Panwil )

A.1.1.2 Areal Perlindungan Satwa Liar ( kantong satwa )atau KPSL

Tujuan spesifik pengelolaan lingkungan adalah melesatarikan ekosistim hutan primer yang mantap, keanakekaragaman jenis baik memiliki fauna maupun flora yang dilindungi. Hasil pelaksanaan pengelolaan lingkungan sebagai berikut :

-          Pemeliharaan KPSL seluas 360 Ha di KM 73 Pintu Radja dan penentuan tanda batas tetap dilapangan (berupa rintisan selebar ±1 meter serta pemasangan pal dari bahan kayu pada setiap jarak 100 meter)

-          Penyuluhan/sosisalisasi berupa pemasangan plang himbauan dan papan

-          Melaksanakan kegiatan patroli areal perlindungan satwa liar

-          Melakukan training konservasi

A.1.1.3 Areal Pelestarian Plasma nutfah

Tujuan spesifik pengelolaan lingkungan adalah melesatarikan ekosistim hutan primer yang mantap, keanakekaragaman jenis baik memiliki fauna maupun flora yang dilindungi, yang mewakili ekosisitim areal IUPHHK. Hasil pelaksanaan pengelolaan lingkungan sebagai berikut : Hasi Pelaksanaan

-          Pemeliharaan areal Plasma Nutfah seluas 300 Ha di petak ( WW,XX,YY ) 35,36 di KM 124 seluas 300 Ha

-          Pengamanan dan perlindungan (antara lain : penataan batas, pemasangan papan nama, papan larangan berburu dan merambah hutan).

-          Melaksanakan patroli rutin dan patroli mendadak.

A.1.1.4. Sempadan Sungai

Tujuam pengelolaan sempadan sungai adalah menjaga, memelihara, dan meningkatkan kualitas kawasan sesuai dengan fungsi dan keberadaannya sebagai daerah penyangga penghambat erosi dan sedimentasi, mencegah longsoran yang dapat terjadi pada tebing dan menjaga kawasan resapan air dan kualitas air sunga sebagai sumber air minum satwa. Hasil Pelaksanaan pengelolaan lingkungan sebagi berikut :

-          Pemeliharaan Sempadan sungai di blok tebangan 2012 dengan panjang 10 Km

-          Pengamanan dan perlindungan (antara lain : penataan batas, pemasangan papan larangan berburu dan merambah hutan)

A.1.1.5 Areal Dengan Kelerengan > 40 %

Tujuan sepesifik pengelolaan lingkungan adalah melestarikan ekosistim hutan primer,flora, dan fauna serta menjaga fungsi kawasan resapan air. Hasil pelaksnaan pengelolaan lingkungan sebagai berikut:

-       Pemasangan enetapan areal yang telah di Km 74 arah kiri dan penentuan tanda batas tetap dilapangan (berupa rintisan selebar 1 meter serta pemasangan pal dari bahan kayu

-       Pemasangan papan nama berisi keterangan : luas dan lokasi)

-       Melaksanakan kegiatan patroli areal

 

A.1.2 Areal efektif untuk Produksi

A.1.2.1 Komponen Fisik-Kimia,sub Komponen Tanah dan Hidrologi

Hasil pelaksanaan :

  • Pemeliharaan bangunan konservasi dan salurana drainase sebanyak 1 kali di jalan induk dan jalan cabang.
  • Pembuatan bangunan konservasi dan salurana drainase di jalur angkutan blok tebangan 2013. Bangunan konservasi seperti gorong-gorong,trap-trap erosi,terasering dan lain-lain,telah dibuat dilokasi rawan untuk meminimalkan dampaknya
  • Penanaman dengan tanaman cepat tumbuh jenis lokal       pada areal terbuka di blok 2012 dengan jenis sungkai, jambu monyet, durian dan jabon putih.
  • Penanaman tanaman penutup tanah ( cover crop ) di jalan sarad dan areal terbuka.
  • Pengerasan jalan angkutan dan pemadatan tanah lokasi PWH termasuk base camp,TPn,TPK/logyarddan sebagainya.
  • Jalan induk cabang kebanyakan dibuat dilokasi landai.
  • Penebangan denga memperhatikan arah rebah pohon untuk memperkecil kerusakan penutupan lahan sekitarnya.
  • Intensitas penebangan diareal kelerengan curam telah di kurangi.
  • Sisa-sisa penebangan ada di sekitar tunggak yang jauh dari lokasi drainase air.
  • Lebar jalan sarad sesempit dan sependek mungkin sesuai dengan desain atau trase jalan sarad.
  • Penyaradan jalan di lakukan tidak searah dengan kelerengan medan yng potensial terhadap terkonsentrasinya aliran permukaan tanah (run off).
  • Bekas jalan sarad di buat cross drain untuk mengurangi laju aliran permukaan.
  • Penanaman dan pengayaan dari jenis cepat tumbuh (fast growing species) dan andalan setempat di areal bekas jalan sarad.TPn,logyard,bekas camp dan sebagainya.

A.1.2.2. Komponen Biologi, sub komponen Vegetasi Alam

  1. Hasil Pelaksanaan :
  • Penanaman jenis sungkai, buah-buahan ( durian ) dan bibit dari famili dipterocarpaceae dengan sistem penanaman jalur, berjarak tanam 5 x 10 M di sepanjang kiri kanan jalan angkutan di KM 68 dan eks tebangan blok TPTI blok tebangan 2012 di petak U52, U53,U54, PP57, PP48, QQ47, QQ45, QQ48, RR44, RR45, RR47, O59, O60, P59, P60
  • Penanaman sungkai dan jenis penutup tanah (cover crop) di lokasi base camp, eks oil bengkel ,TPn,TPK/logyard dan jalan sarad
  • Pemeliharaan tegakan benih (seed stand) di petak H 67 dan petak YY 32 dan petak KM 82 sungai gentarang dengan jenis dominan dari famili dipterocarpaceae.
  • Penanaman dan pengayaan di petak-petak bekas tebangan dengan system jalur dari jenis- jenis andalan setempat ( Shorea leprosula, Shorea parvifolia, Shorea johorensis ).
  • Penanaman areal non produktif (ANP) atau tanah kosong/terbuka dengan sistem jalur menggunakan jenis lokal yaitu jenis durian dan jabon yang berjarak tanam 5 x 10 M di KM 48 arah KPS
  • Pemeliharaan bangunan menara api pemantau kebakaran di KM 45 cabang kanan dan pemasangan papan himbauan.

A.1.2.3 Komponen Biologi, sub Komponen Satwa Liar

  1. Hasil Pelaksanaan:
  • Sistem penebangan hutan di lakukan berurutan dari satu petak ke petak tebangan lainnya sehingga habitat satwa liar tidak mengalami fragmentasi.
  • KPPN adalah kawasan perlindungan bagi flora dan fauna serta lingkungan sebagai suatu ekosistem yang utuh,dan habitat.
  • Plang-plang perlindungan dan himbauan pelestariaan satwa liar di pasang dan dipelihara di lokasi strategis
  • Sempadan sungai dan kantong air (danau/embung) permanen telah di kelola dan di tata batas, yang biasa berfungsi sebagai koridor, sumber pakan dan tempat mandi satwa liar.
  • Inventarisasi satwa – satwa liar di areal bekas tebangan berjalan.