default_mobilelogo

PT. Suka Jaya Makmur adalah salah satu perusahaan yang tergabung dalam Alas Kusuma Group dan berkecimpung dalam Hak Pengusahaan Hutan, dengan Forest Agreement (FA) No. FA/N/035/V/1977 tanggal 27 Mei 1977, Addendum FA/N-AD/061/VII/1980 tanggal 30 Juli 1980 dan FA/N-AD/035/X/1981 tanggal 27 Oktober 1981.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No.599/Kpts/Um/11/1979 tanggal 31 Agustus 1979 dan Addendum SK HPH No.310/Kpts/Um/6/1982 tanggal 5 Mei 1982 areal HPH PT. Suka Jaya Makmur pada 20 tahun pertama ditetapkan seluas 294.000 Ha. Surat keputusan HPH PT. Suka Jaya Makmur tersebut berakhir pada tanggal 13 Agustus 1999. Kemudian PT. Suka Jaya Makmur mengajukan perpanjangan HPH sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Berdasarkan persetujuan pembaharuan Hak Pengusahaan Hutan dari Menteri Kehutanan dan Perkebunan, HPH PT. Suka Jaya Makmur dibagi menjadi dua HPH yaitu : HPH PT. Suka Jaya Makmur Unit I dengan SK HPH No. 860IKpts-II/1999 tanggal 12 Oktober 1999 seluas 95.646 Ha dan HPH P12 Suka Jaya Makmur Unit II dengan SK HPH No. 861/ Kpts-11/1999 tanggal 12 Oktober 1999 dengan luas 75.649 Ha. Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 106/Kpts-II/2000 tanggal 29 Desember 2000 HPH PT. Suka Jaya Makmur Unit I dan Unit II digabung menjadi satu yaitu HPH PT. Suka Jaya Makmur yang selanjutnya disebut Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) PT. Suka Jaya Makmur dengan luas 171.300 Ha.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan No. SK.77/VI-BPHA/2005 tanggal 3 Mei 2005 tentang Penunjukkan Pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) pada Hutan Alam sebagai Model Sistem Silvikultur Tebang Pilih Tanam Indonesia Intensif (TPTII), PT. Suka Jaya Makmur telah ditunjuk sebagai model Sistem Silvikultur TPTII Intensif yang selanjutnya disebut SILIN. Dengan demikian sejak tahun 2005 PT. Suka Jaya Makmur dalam pengelolaan hutannya menggunakan 2 sistem silvikultur yaitu silvikultur TPTI dan silvikultur TPTJ Teknik Silvikultur Intensif (SILINT).

IUPHI-IK PT. Suka Jaya Makmur mendapat pengesahan RKUPHHK sepuluh tahunan pertama (periode tahun 2005-2014) berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.19/VI-BUHA/2011 tanggal 14 Maret 2011 dengan sistem silvikultur TPTI dan silvikultur TPTJ Teknik Silvikultur Intensif/Silin.

Pelaksanaan kegiatan periode RKUPHHK 10 tahunan pertama (2005-2014) mengacu pada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.11/Menhut-II/2009 tentang Sistem Silvikultur dalam Areal Kerja Ijin Usahan Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam yang dapat dilakukan dengan satu atau lebih Sistem Silvikultur.

Pelaksanaan silvikultur TPTI pada 10 tahun pertama (2005-2014) mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan No. P.9/VI-BPHA/ 2009 tanggal 21 Agustus 2009.

Penggunaan sistem silvikultur TPTJ dengan Teknik Silvikultur Intensif untuk meningkatkan produktivitas kawasan hutan dengan melakukan tindakan-tindakan silvikultur melaiui penanaman areal bekas tebangan dengan sistem jalur sehingga pembinaan dan pengawasan hutan lebih terjamin. Dalam penerapan sistem silvikultur TPTJ selanjutnya diharapkan dapat mengatur pemanfaatan kayu yang optimal pada hutan alam produksi, meningkatkan potensi hutan baik kualitas maupun kuantitas dengan menanam jenis komersil utamanya jenis-jenis Dipterocapaceae yang diharapkan dapat menjamin kontinuitas produksi, serta memudahkan pelaksanaan pemeriksaan, pembinaan dan pengawasan terhadap kegiatan pembinaan hutan yang dilaksanakan dilapangan.