default_mobilelogo

Pengelolaan hutan secara lestari di PT. Suka Jaya Makmur menggunakan dua sistem silvikultur TPTI dan TPTJ dengan proporsi  luasan yang hampir sama. Secara operasional, sistem silvikultur TPTI merupakan rangkaian kegiatan terencana dalam pengelolaan hutan. Sistem TPTI diterapkan pada kondisi hutan yang mampu mendukung aspek-aspek kegiatan didalamnya dan tidak menimbulkan kerusakan atau penurunan kondisi dan lahan tersebut. Tujuan dari tindakan-tindakan dalam sistem silvikultur adalah dalam rangka:

  •       Pengaturan komposisi jenis pohon di dalam hutan yang diharapkan dapat lebih menguntungkan secara ekologis maupun ekonomis.
  •       Pengaturan struktur/kerapatan tegakan yang optimal di dalam hutan, yang diharapkan dapat memberikan peningkatan potensi produksi kayu bulat dari keadaan sebelumnya.
  •       Terjaminnya fungsi hutan dalam rangka pengawetan tanah dan air.
  •       Terjaminnya fungsi perlindungan hutan.

Sama halnya dengan TPTI, sistem silvikultur TPTJ juga diterapkan pada kondisi hutan dan lahan yang sesuai. Dengan kata lain, sistem TPTJ diterapkan pada kondisi hutan yang mampu mendukung aspek-aspek kegiatan di dalamnya dan tidak menimbulkan kerusakan atau penurunan kondisi dan lahan tersebut.

Selain tujuan di atas, sistem TPTJ juga dalam rangka:

  •       Mempertimbangan faktor sosial yaitu untuk menekan perkembangan perladangan berpindah karena sejauh ini masih adanya pengakuan masyarakat setempat atas kegiatan tanam tumbuh.
  •       Meningkatkan produktivitas kawasan hutan dengan melakukan tindakan-tindakan silvikultur melalui penanaman areal bekas tebangan dengan sistem jalur sehingga pembinaan dan pengawasan hutan lebih terjamin.
  •       Mengatur pemanfaatan kayu yang optimal pada hutan alam produksi.
  •       Meningkatkan potensi hutan baik kualitas maupun kuantitas dengan menanam jenis komersil, utamanya jenis-jenis Dipterocarpaceae yang diharapkan dapat menjamin kontinuitas produksi.
  •       Memudahkan pelaksanaan pemeriksaan, pembinaan dan pengawasan terhadap kegiatan pembinaan hutan yang dilaksanakan di lapangan.

Pola TPTJ dengan Teknik Silvikultur Intensif  yang diterapkan di PT. Suka Jaya Makmur adalah  membuat  jalur bersih yang secara vertikal bebas naungan sebagai jalur tanam (lebar 3 m) pada areal bekas tebangan dengan jarak antara jalur 20 meter dan jarak antara tanaman dalam jalur 2,5 meter.